HAM Jadi Fondasi Utama Pembangunan Papua yang Maju dan Harmonis
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menegaskan bahwa hak asasi manusia (HAM) menjadi fondasi utama pembangunan Papua yang maju dan harmonis.
Pembangunan daerah kini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan keadilan sosial, keharmonisan, dan martabat setiap warga. Melalui kerja sama dengan Universitas Cenderawasih dan Kementerian HAM, nilai-nilai HAM diterapkan dalam pendidikan, penelitian.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Aktor Senayan.
HAM Jadi Pilar Utama Transformasi Pembangunan Papua
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menegaskan bahwa hak asasi manusia (HAM) menjadi fondasi utama dalam transformasi pembangunan daerah. Pernyataan ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua, yakni “Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis”.
Menurut Aryoko, pembangunan di Papua kini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mencakup keharmonisan sosial, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat setiap warga. Hal ini menjadi arah kebijakan dalam seluruh program pemerintah, termasuk pendidikan, kesehatan, dan ekonomi produktif.
“HAM merupakan fondasi yang tidak dapat ditawar dalam setiap kebijakan dan program pembangunan daerah. Tanpa penghormatan terhadap HAM, pembangunan akan kehilangan arah dan keberpihakan kepada masyarakat,” ujar Aryoko saat menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman pengarusutamaan HAM di bidang pendidikan tinggi bersama Kementerian HAM dan Universitas Cenderawasih, di Jayapura, Senin (19/1/2026).
Visi Papua Baru Maju, Harmonis, dan Berbasis HAM
Aryoko menjelaskan, visi Papua Baru yang maju dan harmonis diwujudkan melalui tiga misi utama: Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif. Semua program ini dijalankan dalam kerangka penghormatan, perlindungan, pemenuhan, dan pemajuan HAM.
Penandatanganan nota kesepahaman ini dinilai strategis karena memperkuat pengarusutamaan HAM, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi. Hal ini penting untuk memastikan generasi muda Papua tumbuh dengan wawasan HAM yang kuat dan karakter yang unggul.
“Universitas Cenderawasih sebagai perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Papua memiliki peran penting mencetak sumber daya manusia yang berwawasan HAM. Pendidikan tinggi harus mampu menerjemahkan HAM dari konsep normatif menjadi praktik nyata di kelas, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” jelas Aryoko.
Baca Juga: Komisi II DPR Tegaskan Revisi UU Pemilu Tak Digabung Dengan UU Pilkada
Kolaborasi Pemerintah dan Kampus
Menurut Aryoko, kerja sama antara pemerintah daerah dan Universitas Cenderawasih diharapkan membangun kesadaran kritis masyarakat. Dunia akademik menjadi mitra strategis dalam memperkaya kajian ilmiah serta menghasilkan kebijakan pembangunan yang berperspektif HAM dan berakar pada kearifan lokal Papua.
Melalui sinergi ini, nilai-nilai HAM tidak hanya menjadi prinsip teoritis, tetapi juga diterapkan dalam praktik pendidikan, inovasi penelitian, dan program pengabdian masyarakat. Dengan demikian, generasi muda dapat memiliki pemahaman yang mendalam tentang pentingnya HAM dalam kehidupan sehari-hari.
“Kolaborasi ini juga memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mendorong lahirnya inovasi pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” tambah Aryoko.
Manfaat dan Harapan Penguatan HAM
Pemerintah Provinsi Papua menyambut baik penguatan koordinasi antara Kementerian Hak Asasi Manusia dan pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan memastikan program-program HAM berjalan secara terstruktur dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Aryoko menekankan bahwa pelaksanaan HAM yang terintegrasi akan menumbuhkan rasa keadilan, memperkuat solidaritas sosial, dan meningkatkan kualitas hidup warga Papua. Semua pihak diharapkan berperan aktif dalam menjaga prinsip-prinsip HAM agar pembangunan tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga manusiawi.
“Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi contoh bagi pembangunan daerah lain di Indonesia, bahwa HAM bukan sekadar prinsip hukum, tetapi fondasi bagi transformasi sosial, ekonomi, dan budaya yang berkelanjutan,” tutup Wakil Gubernur Papua.
Jangan lewatkan update berita seputaran Aktor Senayan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari ceposonline.com
