Sahrin Hamid Mundur Dari Komisaris Jakpro, Fokus Bikin Partai Politik

Sahrin Hamid Mundur Dari Komisaris Jakpro, Fokus Bikin Partai Politik
Bagikan

Sahrin Hamid mundur dari posisi Komisaris Jakpro untuk fokus membangun partai politik baru, menandai langkah besar di dunia politik.

Sahrin Hamid Mundur Dari Komisaris Jakpro, Fokus Bikin Partai Politik

Jubir Anies Baswedan, Sahrin Hamid, resmi mengundurkan diri dari posisi Komisaris Jakpro. Keputusan ini diambil untuk memfokuskan diri membangun partai politik baru, sekaligus menyiapkan langkah strategis di tengah dinamika politik nasional yang kian memanas.

Langkahnya Aktor Senayan menandai transisi dari dunia birokrasi ke arena politik praktis.

Sahrin Hamid Mundur Dari Komisaris Jakpro Demi Fokus Parpol

Ketua Umum Gerakan Rakyat sekaligus Jubir Anies Baswedan di Pilpres 2024, Sahrin Hamid, resmi mengundurkan diri dari posisi Komisaris PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Surat pengunduran diri disampaikan langsung kepada Gubernur Jakarta, Pramono Anung.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap amanah baru yang diterimanya sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat dan untuk menjaga integritas BUMD. Saya ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat periode 2026-2031 dan diberi mandat menyusun kepengurusan partai di semua tingkatan, ujar Sahrin kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).

Pengunduran diri ini menegaskan keseriusan Sahrin dalam fokus membangun partai politik yang baru dideklarasikan.

Alasan Pengunduran Diri: Integritas Dan Kepatuhan Hukum

Sahrin menjelaskan bahwa peraturan untuk menjabat komisaris BUMD mengharuskan individu bebas dari keterkaitan dengan partai politik. Dengan menerima mandat sebagai ketua partai, Sahrin harus segera memfokuskan diri pada penyusunan kepengurusan partai di seluruh tingkatan.

Untuk menjaga integritas terhadap ketentuan hukum, saya menyatakan mundur dari posisi Komisaris PT Jakarta Propertindo, jelasnya. Langkah ini sekaligus menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi BUMD yang tidak memperbolehkan pejabatnya terafiliasi dengan partai politik.

Baca Juga: Said PDIP, Rotasi Anggota Fraksi Untuk Penyegaran, Jangan Ada Prasangka

Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai Politik

Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai Politik 700

Ormas Gerakan Rakyat memutuskan untuk resmi bertransformasi menjadi partai politik setelah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026. Partai ini menargetkan Anies Baswedan sebagai calon Presiden Republik Indonesia mendatang.

Satu, kami ingin Indonesia lebih adil dan makmur, dan kedua, kami berharap pemimpin nasional berikutnya adalah Anies Baswedan, kata Sahrin dalam siaran langsung YouTube Gerakan Rakyat, Minggu (18/1/2026). Transformasi ini merupakan langkah lanjutan dari perjuangan Gerakan Rakyat sejak 2023 untuk membentuk wadah politik resmi.

Sahrin menekankan bahwa mendirikan partai politik di Indonesia bukan pekerjaan ringan, mengingat prosedur dan persyaratan yang ketat. Rakernas tersebut menetapkan secara resmi berdirinya Partai Gerakan Rakyat, sekaligus menegaskan komitmen untuk memperkuat struktur kepengurusan di semua tingkatan.

Fokus pada Konsolidasi dan Strategi Politik

Dengan mundurnya Sahrin dari posisi komisaris, ia dapat sepenuhnya memusatkan energi pada konsolidasi internal partai dan pengembangan strategi politik. Tugas utama saat ini adalah membangun kepengurusan partai, merumuskan program kerja, serta menyiapkan basis dukungan di berbagai wilayah.

Langkah ini juga menjadi sinyal politik penting bagi masyarakat dan pemangku kepentingan, menunjukkan bahwa Gerakan Rakyat serius membangun partai yang siap berkompetisi di tingkat nasional. Dengan fokus penuh pada aktivitas politik, Sahrin berharap partainya dapat menjadi wadah efektif untuk mewujudkan visi politik yang lebih adil dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari monitorindonesia.com

You May Have Missed