Hari Air Sedunia: Fakta Mengejutkan Pertamina Dari Papua Sampai Daerah Bencana
Hari Air Sedunia, Pertamina ungkap fakta mengejutkan terkait pengelolaan air dari Papua hingga wilayah terdampak bencana.
Dalam peringatan Hari Air Sedunia, Pertamina membocorkan fakta-fakta penting tentang pengelolaan air di Papua hingga wilayah terdampak bencana. Inisiatif ini menyoroti upaya perusahaan menjaga pasokan air bersih, menghadapi tantangan alam, serta memastikan bantuan mencapai masyarakat terdampak secara efektif. Simak informasi selanjutnya hanya di Aktor Senayan.
Kisah Air Bersih Di Merauke Papua
Selama bertahun‑tahun warga Kampung Tambat di Merauke, Papua, mengandalkan air hujan atau sumur manual yang berbau belerang, sehingga sulit mendapatkan air bersih yang aman untuk kebutuhan sehari‑hari. Kondisi ini berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat setempat.
Kepala Kampung Tambat, Samuel Heremba, mengenang masa‑masa sulit ketika air bersih adalah barang langka. Warga sering terpaksa menggunakan air sumur yang tidak layak pakai, memperburuk situasi saat musim kemarau.
PT Pertamina (Persero) membangun sumur bor dengan reservoir dan filter melalui program TJSL untuk menyediakan air bersih aman bagi masyarakat. Manfaatnya langsung dirasakan warga yang kini tidak lagi khawatir menggunakan air yang aman dan bersih, bahkan sebelum peresmian fasilitas dilakukan resmi oleh pihak terkait.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Ekspansi Program Di Papua Dan Jayapura
Memperingati Hari Air Sedunia 22 Maret 2026, Pertamina mengumumkan pembangunan 7 titik sumur bor di Merauke dan Jayapura. Fasilitas ini dilengkapi filter dan pipa distribusi untuk jaringan air bersih. Inisiatif ini melayani lebih dari 4.500 jiwa, memberikan akses air bersih yang sebelumnya sulit dijangkau oleh masyarakat di daerah terpencil tersebut.
Pertamina menegaskan bahwa program ini tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga upaya untuk menjaga martabat kemanusiaan dan meningkatkan kualitas hidup. Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, penyediaan air bersih adalah jembatan harapan bagi warga pelosok Papua hingga daerah yang mengalami dampak bencana.
Baca Juga: Fakta Baru! Disiplin Fiskal Bukan Sekadar Aturan, Tapi Sinyal Moral Bagi Negara
Tantangan Air Bersih Pascabencana Di Sumatera
Kisah lain datang dari penyintas bencana di Sumatera, di mana banjir dan lumpur sempat memutus akses air bersih. Warga terpaksa mengambil air dari parit yang warnanya cokelat pekat, yang mereka sebut sebagai “air cappuccino”. Melihat kondisi darurat tersebut, Pertamina bergerak cepat dengan membangun 25 sumur baru dan mereaktivasi 43 sumur warga yang terdampak, sehingga suplai air bersih kembali tersedia.
Selain itu, perusahaan menyalurkan 5 juta liter air bersih melalui truk tangki ke wilayah‑wilayah terdampak, memberikan bantuan mendesak kepada ribuan keluarga korban bencana. Langkah ini memberikan napas baru bagi lebih dari 17.000 jiwa yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air layak konsumsi untuk kebutuhan paling dasar mereka.
Dampak Untuk Komunitas Dan Kesejahteraan
Warga seperti Yanti di Sumatera menyatakan bantuan air bersih sangat membantu kehidupan sehari‑hari sehingga mereka tidak lagi tergantung pada sumber air yang tercemar atau berbahaya. Fasilitas air bersih ini membantu mengurangi risiko penyakit akibat konsumsi air yang tidak aman serta meningkatkan produktivitas dan rutinitas harian masyarakat.
Bagi keluarga di Papua, akses air bersih juga berdampak positif bagi sanitasi dan kebersihan lingkungan sekitar rumah mereka. Integrasi program air bersih oleh Pertamina menjadi cerminan kepedulian sosial perusahaan terhadap peningkatan kualitas hidup dan keberlanjutan komunitas lokal.
Kontribusi Terhadap SDGS Dan Ketangguhan Komunitas
Program air bersih ini adalah langkah Pertamina mendukung SDG 6 tentang akses air bersih dan sanitasi layak. Program ini juga mendukung SDG 11 permukiman berkelanjutan dan SDG 13 ketangguhan menghadapi perubahan iklim.
Pendekatan ini menunjukkan bagaimana sektor korporat dapat berkolaborasi dalam upaya pembangunan berkelanjutan dan mitigasi risiko bencana melalui pemenuhan kebutuhan dasar. Bagi warga Papua dan wilayah bencana Sumatera, air bersih yang mengalir menunjukkan kepedulian sosial membawa perubahan nyata hidup mereka.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.google.com
- Gambar Kedua dari www.google.com
