Dari Jakarta Ke Jawa Timur, Prabowo Hadiri Satu Abad NU
Prabowo bertolak dari Jakarta ke Jawa Timur untuk menghadiri peringatan Satu Abad NU, momen penting bagi ulama dan tokoh bangsa.
Prabowo Subianto memulai perjalanan dari Jakarta menuju Jawa Timur untuk menghadiri acara Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU). Simak di Aktor Senayan perjalanan dan agenda pentingnya dalam peringatan bersejarah ini.
Perjalanan Presiden Prabowo Menuju Jawa Timur
Presiden Prabowo Subianto bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu sore, menuju Malang, Jawa Timur, untuk menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama pada Minggu (8/2/2026). Keberangkatan Presiden dilepas secara resmi oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, dan Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi.
Dalam penerbangan menggunakan pesawat kepresidenan PK-GRD, Presiden Prabowo didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala BPKP Angga Raka Prabowo, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Kehadiran Ketua MPR RI Ahmad Muzani juga turut memperkuat rombongan dalam penerbangan menuju Jawa Timur.
Sekitar satu jam lebih, pesawat kepresidenan mendarat di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pukul 18.41 WIB. Kedatangan Presiden disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sebelum Presiden melanjutkan perjalanan ke hotel tempatnya menginap di Kota Malang.
Agenda Presiden Sebelum Acara Utama
Sesampainya di Kota Malang, Presiden Prabowo dijadwalkan memimpin sejumlah pertemuan pada malam hari sebelum menghadiri Mujahadah Kubro. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas beberapa agenda sosial dan keagamaan yang berhubungan dengan dukungan pemerintah terhadap NU. Para pejabat yang mendampingi ikut memastikan koordinasi berjalan lancar menjelang acara besar keesokan harinya.
Mujahadah Kubro Satu Abad NU menjadi agenda utama yang akan diikuti lebih dari 100.000 nahdliyin dari seluruh Jawa Timur. Acara ini menjadi momentum penting bagi NU untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menguatkan peran organisasi sebagai kekuatan sosial keagamaan bangsa.
Kehadiran Presiden pada acara tersebut menunjukkan simbol kehadiran negara dalam memperkokoh sinergi antara pemerintah dan ulama. Tujuannya adalah menjaga stabilitas sosial serta mendorong kemajuan bangsa di tengah tantangan global.
Baca Juga: Komisi V DPR Siap Kawal Infrastruktur Cirebon, Dorong Percepatan Pembangunan!
Persiapan Besar Menjelang Mujahadah
Sejumlah persiapan telah dilakukan menjelang peringatan seabad NU di Kota Malang. Lokasi acara utama, Stadion Gajayana, telah disiapkan untuk menampung ribuan peserta dari berbagai daerah. Panitia juga menyiapkan protokol keamanan dan transportasi agar acara berlangsung tertib.
Menurut Sekretaris PWNU Jawa Timur HM Faqih, hingga H-2 acara atau Jumat (6/2/2026), jumlah jamaah yang tiba di Malang telah mencapai 104.541 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 77.541 orang dari Pengurus Cabang NU se-Jatim dan sekitar 27.000 warga Muslimat NU.
Para peserta datang menggunakan 1.183 bus, 6.465 mobil, serta 5.413 sepeda motor. Kehadiran peserta yang begitu masif menjadi indikasi antusiasme tinggi masyarakat terhadap peringatan Satu Abad NU sekaligus menunjukkan besarnya jaringan Nahdlatul Ulama di Jawa Timur.
Makna Mujahadah Kubro Satu Abad NU
Mujahadah Kubro memiliki makna mendalam sebagai simbol kekuatan spiritual NU dalam masyarakat. Acara ini bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga refleksi NU sebagai kekuatan sosial yang berperan dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan persatuan bangsa.
Dalam siaran resmi Sekretariat Presiden, kehadiran Presiden pada acara ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan ulama. Sinergi tersebut dianggap penting untuk menegakkan stabilitas sosial sekaligus menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan modernisasi.
Selain aspek keagamaan, acara ini juga menjadi media komunikasi antara pemimpin negara dan ulama dalam merumuskan strategi sosial yang inklusif. Kehadiran Presiden sekaligus memberikan apresiasi terhadap kontribusi NU dalam menjaga harmoni dan kemajuan masyarakat.
Antusiasme Masyarakat Dan Dukungan Pemerintah
Antusiasme warga yang hadir terlihat dari jumlah jamaah yang mencapai lebih dari 100.000 orang. Mereka memadati Kota Malang sejak H-2 untuk memastikan dapat mengikuti Mujahadah Kubro dengan khidmat. Ribuan kendaraan membawa peserta dari berbagai pelosok, menunjukkan mobilisasi besar komunitas NU.
Pemerintah daerah dan aparat keamanan bekerja sama untuk memastikan kelancaran acara. Penataan transportasi, keamanan, serta protokol kesehatan menjadi fokus utama untuk mendukung kelancaran acara yang melibatkan ribuan peserta.
Kehadiran Presiden Prabowo pada acara ini juga menjadi pesan politik dan sosial. Ia menegaskan pentingnya peran ulama dalam membangun sinergi dengan pemerintah, serta mendorong NU tetap menjadi kekuatan sosial keagamaan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat Indonesia.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari timesindonesia.co.id