Apakah Ini Tanda Besar? Dasco Ajak Masyarakat Sipil Bersatu
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, kembali menekankan pentingnya persatuan nasional di tengah dinamika sosial yang kompleks.
Ajakan ini disampaikan dalam konteks kondisi masyarakat sipil yang menurutnya mulai tidak sehat dan cenderung saling mencaci di ruang publik, terutama pada media sosial. Menurut Dasco, kekompakan adalah kunci agar pemerintahan yang dijalankan dapat efektif dan membawa manfaat bagi bangsa.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Aktor Senayan.
Seruan Persatuan Dari Pimpinan DPR
Dasco secara tegas mengajak semua elemen masyarakat sipil untuk memperkuat persatuan nasional yang inklusif. Ia menekankan bahwa persatuan nasional bukan sekadar slogan kosong, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Menurutnya, kontribusi masyarakat tidak boleh berupa “omon‑omon” atau hanya retorika tanpa hasil yang dirasakan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2026. Dasco menegaskan bahwa persatuan nasional sangat penting untuk mendukung program strategis pemerintah, termasuk berbagai kebijakan sosial dan ekonomi yang langsung menyentuh kehidupan rakyat. Tanpa persatuan, upaya pemerintah bisa terhambat oleh konflik internal atau resistensi publik.
Ia juga menyebut bahwa persatuan nasional harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari organisasi sipil, komunitas lokal, hingga individu. Dengan keterlibatan aktif ini, pemerintah dapat bekerja lebih efektif dan masyarakat memiliki rasa tanggung jawab terhadap kemajuan bangsa.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kekhawatiran Soal Kondisi Masyarakat Sipil
Dasco menilai situasi masyarakat sipil saat ini mulai menunjukkan tanda-tanda tidak sehat. Ia menyoroti penggunaan media sosial yang sering menjadi ajang saling mencaci dan mempertanyakan kebijakan pemerintah secara tidak konstruktif. Menurutnya, perilaku semacam itu berpotensi memecah belah persatuan bangsa jika tidak diimbangi kesadaran nasionalisme.
Ia mengingatkan bahwa kritik tetap penting dalam demokrasi, tetapi harus disampaikan dengan cara yang bertanggung jawab dan berlandaskan niat baik demi kemajuan bangsa. Kritik yang konstruktif akan membantu pemerintah memperbaiki kebijakan dan meningkatkan pelayanan publik. Namun, kritik tanpa arah dapat menimbulkan konflik dan ketidakpercayaan masyarakat.
Selain itu, Dasco berharap masyarakat memberikan ruang dan waktu bagi pemerintah untuk menjalankan program-program strategisnya. Dengan kesadaran tersebut, pemerintah memiliki peluang lebih besar untuk merealisasikan janji kesejahteraan rakyat dan memperkuat stabilitas sosial serta ekonomi nasional.
Baca Juga: Pernyataan Fadia Arafiq Soal Tak Paham Aturan Tuai Respons Pedas Dari Bima Arya
Menyikapi Kritik Dan Dukungan
Meskipun menyerukan persatuan, Dasco tidak menutup ruang bagi kritik publik. Ia menegaskan bahwa kritik membangun justru diperlukan untuk perbaikan kebijakan nasional. Namun, kritik itu harus dilandasi rasa nasionalisme, niat baik, dan tujuan yang jelas, bukan sekadar retorika atau celaan tanpa arah.
Ia juga secara retoris bertanya kepada masyarakat sipil tentang bagaimana persatuan nasional dapat diwujudkan untuk mendukung pemerintahan yang sedang berjalan. Dasco ingin memastikan bahwa setiap masukan dari masyarakat bersifat produktif dan konstruktif, bukan sekadar menimbulkan kericuhan.
Pesannya mendapat respons dari banyak pihak yang menilai persatuan nasional merupakan modal penting menghadapi tekanan internal maupun eksternal. Persatuan dianggap sebagai fondasi agar seluruh kebijakan pemerintah dapat dijalankan secara efektif dan memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.
Perspektif Pengamat tentang Ajakan Persatuan
Pengamat politik senior Boni Hargens menilai seruan Dasco memiliki relevansi strategis di tengah berbagai tantangan global yang dihadapi Indonesia. Menurut Hargens, persatuan nasional bukan sekadar kebutuhan domestik, tetapi juga kekuatan fundamental menghadapi situasi geopolitik dan sosial yang kompleks.
Ia menekankan bahwa tanpa persatuan yang kuat, program prioritas pemerintah akan sulit berjalan optimal. Dukungan masyarakat sipil yang aktif dan bertanggung jawab sangat diperlukan agar kebijakan nasional dapat diterima publik dan memberi hasil nyata.
Hargens menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat sipil secara konstruktif dapat membantu pemerintah mengatasi masalah fragmentasi sosial, tekanan ekonomi, dan tantangan global. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap arah kebijakan nasional tetap terjaga, sementara persatuan bangsa tetap kuat di tengah dinamika yang terus berkembang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari tempo.com
