DPR RI Ingatkan Bahaya Siber, Benarkah FT Unismuh Sudah Siap?
DPR RI peringatkan bahaya perang siber, apakah Fakultas Teknik Unismuh siap hadapi ancaman digital yang mengintai mahasiswa?
Dalam acara Syawalan IKA FT Unismuh, anggota DPR-RI menyoroti pentingnya menyiapkan SDM unggul untuk menghadapi perang siber. Peringatan ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah kampus sudah cukup siap menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks?
Aktor Senayan ini mengulas pesan DPR, tantangan keamanan siber di lingkungan kampus, dan langkah strategis yang seharusnya dilakukan untuk memastikan mahasiswa terlindungi dan siap menghadapi era teknologi modern.
Tantangan Global Dan Era Perang Siber
Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal Marzuki Ibrahim, menyampaikan pernyataan tegas bahwa Indonesia kini berada di tengah dinamika global yang semakin kompleks, khususnya di bidang teknologi dan keamanan siber. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Syawalan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar pada Sabtu (4/4/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menggambarkan kondisi dunia yang tidak lagi sebatas ancaman konvensional, tetapi telah berubah menjadi “medan pertarungan” digital yang menuntut kesiapan teknis dan strategis.
Menurut Syamsu Rizal, tanpa kesiapan yang matang dalam aspek siber, negara berisiko tertinggal dan rentan terhadap gangguan yang dapat memengaruhi stabilitas politik dan ekonomi nasional.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Peran Perguruan Tinggi Dalam Menyiapkan SDM Unggul
Syamsu Rizal menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam menghadapi ancaman digital. Ia menyebut kampus sebagai “laboratorium pertama” yang harus membekali mahasiswanya dengan kemampuan teknologi dan strategi siber.
Menurutnya, dunia telah memasuki era pertarungan nonkonvensional, di mana konflik tidak lagi hanya terjadi secara fisik tetapi juga melalui serangan digital terhadap sistem pemerintah dan infrastruktur kritis lainnya.
Kampus diminta tidak hanya fokus pada kurikulum standar, tetapi juga memaksimalkan pengembangan profesi berbasis teknologi siber, riset, serta kolaborasi dengan lembaga terkait agar lulusan siap menghadapi tantangan global tersebut.
Baca Juga: Geger! Selain Amsal Sitepu, 3 Terdakwa Lain Ikut Ditahan di Kasus Video Profil Karo
“Soft Battlefield”: Ancaman Yang Tidak Terlihat
Dalam ceramahnya, Syamsu Rizal mengibaratkan ancaman siber sebagai “soft battlefield” medan pertempuran yang tidak tampak secara fisik namun berdampak besar terhadap stabilitas suatu negara. Ia menilai bahwa Indonesia kini telah menjadi bagian dari medan tersebut karena posisi strategisnya dalam percaturan global.
Perubahan lanskap hubungan internasional menunjukkan bahwa penguasaan teknologi, data, dan sistem digital kini setara pentingnya dengan kekuatan militer konvensional.
Ia juga menyinggung sejumlah kasus di berbagai negara yang mengalami gangguan serius akibat lemahnya pertahanan siber. Sehingga menjadi contoh buruk jika tidak segera diantisipasi.
Kolaborasi Kampus Dan Lembaga Strategis
Untuk menghadapi tantangan ini, Syamsu Rizal mendorong pengembangan program studi cybersecurity di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar. Ia menilai langkah ini relevan dengan kebutuhan nasional dan global menuju era digital.
Lebih jauh, ia menyarankan agar kampus menjalin kolaborasi dengan lembaga strategis seperti Badan Siber. Dan Sandi Negara (BSSN) untuk memperkuat kualitas pendidikan, riset, dan kesiapan teknis mahasiswa di bidang keamanan siber.
Kolaborasi diharapkan tidak hanya berlaku pada tingkat pendidikan. Tetapi juga melibatkan kerja sama riset, magang, dan program pelatihan agar SDM lulusan memiliki keunggulan kompetitif.
Pesan untuk Alumni Dan Sivitas Akademika
Selain menyoroti isu siber, Syamsu Rizal juga mengajak para alumni dan sivitas akademika untuk lebih peka terhadap perubahan global yang terus berlangsung. Acara syawalan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang konsolidasi pemikiran strategis tentang peran kampus dalam pembangunan bangsa.
Ia mendorong alumni Fakultas Teknik untuk tidak hanya menjaga hubungan emosional. Tetapi juga aktif berkontribusi melalui jejaring profesional dan kolaborasi nyata di masyarakat.
Syamsu Rizal menutup ceramahnya dengan harapan agar generasi muda dan kampus terus mengembangkan potensi SDM untuk menjadi kekuatan. Yang mampu menghadapi tantangan zaman, khususnya dalam dunia teknologi dan keamanan digital.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.unismuh.ac.id
- Gambar Kedua dari harian.news