Panas! Andi Ina Bongkar Kebenaran Di Balik Isu Bibit Nanas DPRD Sulsel
Andi Ina bongkar fakta isu bibit nanas di DPRD Sulsel, benarkah tak pernah dibahas? Klarifikasi ini bikin publik terkejut!
Isu bibit nanas yang dikaitkan dengan DPRD Sulawesi Selatan sempat ramai dan memicu berbagai spekulasi di publik. Namun, pernyataan tegas dari Andi Ina-Ni’matullah justru membuka fakta berbeda dari yang selama ini beredar.
Apa sebenarnya yang terjadi, dan mengapa isu ini bisa menjadi sorotan? Berikut penelusuran lengkap di Aktor Senayan serta klarifikasi penting yang bisa mengubah cara pandang Anda terhadap polemik ini.
Klarifikasi Andi Ina Terkait Kasus Bibit Nanas
Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, akhirnya angkat bicara terkait polemik dugaan korupsi pengadaan bibit nanas di Sulawesi Selatan. Ia menegaskan bahwa isu yang berkembang di publik tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta yang terjadi di DPRD.
Dalam pernyataannya, Andi Ina menegaskan bahwa tidak pernah ada pembahasan terkait bibit nanas di DPRD Sulsel, kata Andi Ina dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026). Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi atas berbagai spekulasi yang beredar luas.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan hanya sebagai saksi. Kehadirannya merupakan bentuk tanggung jawab untuk membantu proses hukum yang sedang berlangsung.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Tidak Ada Pembahasan Di Tingkat DPRD
Dalam keterangannya, Andi Ina kembali menegaskan bahwa pengadaan bibit nanas tidak pernah masuk dalam agenda resmi DPRD Sulsel. Hal ini mencakup seluruh proses pembahasan anggaran yang biasanya dilakukan secara terbuka dan terdokumentasi.
Ia menyebutkan bahwa baik dalam rapat Badan Anggaran (Banggar), komisi, hingga rapat paripurna, tidak ada pembahasan spesifik terkait program tersebut. Hal ini menjadi poin penting dalam menjawab berbagai tudingan yang beredar.
Dengan tidak adanya pembahasan tersebut, Andi Ina menilai DPRD tidak dapat dikaitkan langsung dengan program pengadaan bibit nanas yang kini tengah disorot.
Baca Juga: HEBOH! KPK Bergerak Cepat Rampungkan Berkas Perkara Bupati Fadia, Dinas-Dinas Diperiksa
Pemeriksaan Oleh Kejati Sulsel
Kasus ini mencuat setelah Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait dugaan korupsi pengadaan bibit nanas dalam APBD 2024.
Andi Ina menjelaskan bahwa pemanggilan dirinya bertujuan untuk mengonfirmasi sejumlah data yang dibutuhkan penyidik. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam proses penganggaran program tersebut.
Selain dirinya, beberapa mantan pimpinan DPRD Sulsel juga turut dimintai keterangan. Pemeriksaan ini diharapkan dapat memperjelas alur kebijakan serta siapa saja yang terlibat.
Pernyataan Senada Dari Ni’matullah
Ketua Demokrat Sulsel, Ni’matullah, juga memberikan pernyataan yang sejalan dengan Andi Ina. Ia menegaskan bahwa selama menjabat, tidak pernah ada pembahasan mengenai anggaran bibit nanas.
Menurutnya, fokus pembahasan anggaran saat itu lebih banyak diarahkan pada komoditas lain yang dinilai lebih prioritas. Hal ini semakin memperkuat bahwa isu bibit nanas tidak pernah menjadi agenda utama.
Ia juga menyebut bahwa proses pemeriksaan berjalan lancar dan didukung oleh dokumen resmi seperti draft APBD dan risalah rapat yang menjadi acuan utama.
Imbauan Agar Publik Tidak Terpengaruh Spekulasi
Di tengah ramainya isu yang berkembang, Andi Ina mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Ia menekankan pentingnya menyaring informasi sebelum mempercayainya, terutama dalam kasus yang masih dalam proses hukum. Hal ini penting untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Andi Ina juga berharap agar proses hukum berjalan secara transparan dan objektif. Dengan demikian, fakta yang sebenarnya dapat terungkap tanpa adanya opini yang menyesatkan publik.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari makassar.antaranews.com
