Terkuak! ASN Cimahi Diduga Terseret Kasus Korupsi Disnaker, Kejari Turun Tangan
Kasus dugaan korupsi program pelatihan tenaga kerja di Disnaker Cimahi semakin mengerucut setelah Kejaksaan mulai membidik sejumlah ASN.
Perkembangan kasus ini turut menyita perhatian publik karena menyangkut penggunaan dana negara yang seharusnya diperuntukkan bagi peningkatan kualitas tenaga kerja. Kejaksaan disebut tengah mengumpulkan berbagai alat bukti dan keterangan untuk memperjelas dugaan tindak pidana yang terjadi. Simak selengkapnya hanya di Aktor Senayan.
ASN Cimahi Dalam Sorotan Kejari
Kasus dugaan korupsi yang menyeret lingkungan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi kini memasuki babak baru yang semakin serius. Kejaksaan Negeri Cimahi mulai membidik sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut. Fokus penyelidikan mengarah pada program pelatihan dan produktivitas tenaga kerja yang berlangsung pada periode anggaran 2022 hingga 2024.
Langkah ini mencuat setelah tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari Cimahi melakukan penggeledahan di kantor Disnaker pada 21 April 2026. Proses penggeledahan berlangsung selama sekitar lima jam, dari siang hingga malam hari, dan dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti yang dianggap penting dalam mengungkap dugaan tindak pidana korupsi tersebut.
Dari hasil penggeledahan tersebut, penyidik membawa sejumlah dokumen penting yang dimasukkan ke dalam dua koper besar. Seluruh barang bukti itu kini tengah dalam tahap telaah mendalam sebelum Kejari menentukan pihak-pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban hukum dalam kasus ini.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Penggeledahan Disnaker Cimahi
Penggeledahan yang dilakukan Kejari Cimahi di kantor Disnaker menjadi titik awal terbukanya penyidikan yang lebih luas. Aparat penegak hukum disebut berupaya menelusuri aliran dana serta mekanisme pelaksanaan program pelatihan tenaga kerja yang diduga tidak berjalan sesuai ketentuan.
Dua koper berisi dokumen yang dibawa penyidik menjadi perhatian utama dalam proses penyelidikan. Dokumen tersebut diduga memuat data penting terkait penggunaan anggaran, pihak-pihak yang terlibat, serta kemungkinan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan program.
Kejari Cimahi menegaskan bahwa seluruh barang bukti akan dianalisis secara komprehensif sebelum memasuki tahap penetapan tersangka. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap keputusan hukum yang diambil memiliki dasar bukti yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan.
Baca Juga: Terungkap! KPK Segel Kantor PUPR, Usai OTT di Tulungagung
Sikap Pemerintah Kota Cimahi
Di tengah bergulirnya proses hukum tersebut, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi detail terkait ASN mana saja yang tengah menjadi perhatian penyidik. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota akan menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan.
Menurutnya, Pemkot Cimahi mendukung penuh langkah Kejaksaan Negeri dalam mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut. Ia menekankan bahwa transparansi dalam penanganan kasus menjadi hal penting agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Ngatiyana juga mengingatkan seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi agar bekerja sesuai aturan dan menghindari tindakan yang dapat melanggar hukum. Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran penting agar tidak terulang kembali di masa mendatang.
Dugaan Gratifikasi Dan Tahap Penyidikan
Kepala Seksi Intelijen Kejari Cimahi, Fajrian Yustiardi, mengungkapkan bahwa kasus ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi berupa gratifikasi. Dugaan tersebut muncul dalam pelaksanaan program pelatihan dan produktivitas tenaga kerja di Disnaker Cimahi.
Penyidik saat ini masih terus mengumpulkan alat bukti untuk memperjelas konstruksi perkara. Langkah ini dilakukan guna memastikan setiap unsur dugaan tindak pidana dapat dibuktikan secara hukum dan tidak hanya berdasarkan asumsi semata.
Selain itu, Kejari Cimahi juga berencana mengajukan penyitaan barang bukti ke Pengadilan Negeri sebagai bagian dari penguatan proses penyidikan. Setelah itu, seluruh dokumen hasil penggeledahan akan ditelaah lebih lanjut untuk mempersempit ruang penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Penyelidikan Berlanjut Dan Dampak Kasus
Hingga saat ini, Kejaksaan Negeri Cimahi belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Namun, proses penyelidikan terus berjalan secara intensif dengan fokus pada pengumpulan bukti dan pemeriksaan berbagai pihak terkait.
Perkembangan kasus ini menimbulkan perhatian luas di kalangan masyarakat, terutama karena melibatkan sektor ketenagakerjaan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik. Banyak pihak menilai bahwa pengelolaan anggaran pelatihan tenaga kerja seharusnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di sisi lain, Kejari Cimahi menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara transparan dan profesional. Masyarakat diharapkan tetap mengikuti perkembangan kasus melalui sumber resmi agar tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.detik.com
- Gambar Kedua dari www.detik.com
