DPR Sahkan Tommy Djiwandono Sebagai Deputi Gubernur BI Baru
DPR resmi sahkan Tommy Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI, siap mendukung kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi nasional.
Paripurna DPR akhirnya mengesahkan Tommy Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Penunjukan ini diharapkan memperkuat arah kebijakan moneter dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Simak detailnya di Aktor Senayan mengenai proses pengesahan dan peran strategis Tommy di BI.
DPR Sahkan Tommy Djiwandono Sebagai Deputi Gubernur BI
Rapat paripurna DPR mengesahkan Thomas Djiwandono atau Tommy sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih. Pengesahan dilakukan setelah Tommy dinyatakan lolos uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) oleh Komisi XI DPR. Rapat paripurna ke-12 masa persidangan III tahun sidang 2025-2026 ini digelar di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026), dan dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Saan Mustopa.
Hadir juga Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal. Ketua Komisi XI DPR Misbakhun melaporkan hasil uji kelayakan terhadap Tommy yang dilakukan sehari sebelumnya, Senin (26/1). Setelah laporan disampaikan, Saan menanyakan persetujuan anggota DPR yang hadir, dan seluruh anggota kompak menyetujui pengesahan Tommy Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI.
Selanjutnya, Tommy akan membacakan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung (MA) dan resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031. Penunjukan ini menggantikan posisi Juda Agung yang sebelumnya mengundurkan diri.
Lolos Fit And Proper Test, Independen Dari Partai
Tommy Djiwandono menegaskan bahwa independensi Bank Indonesia tetap terjaga meski sebelumnya merupakan kader Partai Gerindra. Ia menekankan bahwa undang-undang mengenai independensi Bank Indonesia sangat kuat dan seluruh proses fit and proper test telah dilalui sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Tommy menjelaskan, dirinya telah mundur dari posisi Bendahara Umum Partai Gerindra sejak Maret 2025 dan resmi keluar dari keanggotaan partai pada 31 Desember 2025. Dengan langkah ini, ia menegaskan tidak memiliki keterikatan politik yang dapat memengaruhi kebijakan BI.
Ia menambahkan bahwa pengalamannya selama 17 tahun di Partai Gerindra, termasuk sebagai Bendahara Umum, memberikan pemahaman manajerial yang kuat. Namun, dengan mundur dari jabatan dan keanggotaan partai, Tommy siap mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai Deputi Gubernur BI.
Baca Juga: Kenaikan Insentif Guru Honorer! Legislator, Angka Ini Belum Memadai
Proses Pengesahan Dan Dukungan DPR
Proses pengesahan Tommy berlangsung lancar dengan dukungan penuh anggota DPR yang hadir dalam rapat paripurna. Ketua rapat menanyakan persetujuan terhadap laporan Komisi XI terkait hasil fit and proper test, dan semua anggota memberikan suara setuju. Hal ini menunjukkan konsistensi DPR dalam mendukung prosedur transparan dan akuntabel terkait pengangkatan pejabat strategis di Bank Indonesia.
Wakil Ketua DPR Saan Mustopa menilai pengesahan Tommy sebagai langkah tepat untuk memperkuat peran BI dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dengan pengalaman akademik dan manajerial yang dimiliki, Tommy diharapkan mampu mendukung kebijakan moneter yang efektif dan responsif terhadap dinamika ekonomi global maupun domestik.
Selain itu, kehadiran Tommy diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap independensi BI, khususnya terkait pengambilan kebijakan moneter yang berdampak langsung pada inflasi, nilai tukar, dan suku bunga acuan.
Tantangan Dan Peran Strategis Deputi Gubernur BI
Sebagai Deputi Gubernur BI, Tommy Djiwandono akan menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga stabilitas moneter dan keuangan. Salah satu fokus utama adalah memastikan koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan lembaga keuangan lainnya tetap harmonis tanpa mengurangi independensi BI.
Tommy juga diharapkan aktif dalam penguatan sistem pembayaran digital, pengembangan pasar keuangan, serta pengendalian inflasi di tengah tekanan global. Selain itu, tugas strategisnya mencakup mitigasi risiko ekonomi akibat ketidakpastian global dan dukungan pemulihan ekonomi pascapandemi.
Dengan latar belakang hukum, manajemen, dan pengalaman politik yang sudah dilepaskan, Tommy diyakini memiliki kapabilitas untuk menjalankan peran strategis tersebut secara profesional dan independen. Hal ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional dan kepercayaan investor domestik maupun internasional.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari balipuspanews.com